03:13 WIB
Jumat, 19 Desember 2014
Rabu, 1 Agustus 2012 17:45 WIB

PBNU Kecam Jihad Umat Islam Indonesia ke Myanmar

Johannes Sutanto de Britto
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (duduk dua dari kiri) dalam konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (1/8). (Jaringnews/Johanes Sutanto)
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj (duduk dua dari kiri) dalam konferensi pers di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (1/8). (Jaringnews/Johanes Sutanto)

"Berjihad itu tidak tepat dan tidak ada gunanya," kata Said Aqil Siradj.

JAKARTA, Jaringnews.com - Konflik sektarian yang melibatkan etnis Buddha Rokhine dan Muslim Rohingya di Myanmar harus dilihat dalam konteks tragedi kemanusiaan, dan bukan tragedi berbau SARA. Oleh sebab itu, selain mengecam tragedi penindasan militer pada kaum minoritas Muslim di Myanmar tersebut, PBNU juga mengimbau kaum Muslim Indonesia untuk tidak terpancing dengan situasi yang ada dan bertindak anarkis di luar nalar.

"Kalau ada yang berjihad itu tidak tepat dan tidak ada gunanya. Yang harus kita lakukan adalah mendesak pemerintah Myanmar dan PBB untuk benar-benar melindungi kaum minoritas di Myanmar," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dalam diskusi bertajuk 'Rohingya: SARA atau Kemanusiaan' yang diselenggarakan oleh HIKMAHBUDHI, MBI, MAGABUDHI, PBNU dan KontraS di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta, Rabu (1/8).  

Said Aqil menambahkan, dimanapun dan apapun keadaannya, kaum mayoritas harus selalu melindungi kaum minoritas. "Kita tidak bisa membiarkan penindasan ini terus berlangsung. PBNU selalu mengedepankan perlindungan hak-hak kaum minoritas," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama ia juga mendesak pemerintah Indonesia memberi dukungan konkret untuk muslim Rohingya di Myamar. Pemerintah Indonesia bisa menggunakan posisi politisnya yang strategis di ASEAN.

(Deb / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini