23:17 WIB
Jumat, 21 November 2014
Senin, 16 April 2012 20:01 WIB

Festival Makan Daging Sapi Di India Berujung Bentrok

Budi Fernando Tumanggor
Ilustrasi: GettyImages.com
Ilustrasi: GettyImages.com

Sedikitnya lima terluka dan dua mobil terbakar dalam bentrok antara kelompok Dalit dan mahasiswa Hindu itu.

HYDERABAD, Jaringnews.com – Salah satu festival makan daging sapi yang digelar di Universitas Osmania, Kota Hyderabad, India, memicu terjadinya bentrokan antara kelompok aktivis mahasiswa Hindu dengan kelompok kasta rendah Dalit yang penyelenggara festival tersebut.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang terlibat bentrok. Sedikitnya lima orang terluka dan dua kendaraan dibakar akibat bentrokan tersebut.

Bagi umat Hindu sebagai agama mayoritas di India, sapi dianggap suci dan sering digunakan dalam upacara di kuil serta tidak boleh dipotong atau dikonsumsi.

Sedangkan kelompok Dalit yang sebutan bagi sekelompok orang yang secara tradisional dianggap sebagai " tak tersentuh ", menolak beberapa praktek dalam agama Hindu; seperti misalnya larangan memakan daging sapi.

Dalit yang terdiri dari beberapa kasta dari seluruh Asia Selatan dengan bahasa dan agama yang beraneka ragam ini, dianggap sebagai kasta terendah dari kasta rendah di India.

“Nasi biryani yang dicampur daging dan hidangan daging sapi lainnya dihidangkan bagi 200 orang sebelum akhirnya sekitar 50 orang mahasiswa dari kelompok sayap kanan Hindu datang ke tempat festival dan memaksa masuk,” ungkap Y.Gangadhar, seorang perwira senior polisi setempat, menjelaskan kronologi peristiwa tersebut.

Polisi setempat terpaksa menembakkan gas air mata untuk menguasai massa yang saling melempari batu.

Pihak panitia mengutuk keras sikap anarkis kelompok mahasiswa Hindu yang menyerang mereka dan mengacaukan festival yang menurut kelompok Dalit sebenarnya adalah kampanye agar daging sapi dapat dimasukkan dalam menu yang dihidangkan di asrama mahasiswa universitas itu.

“Apa yang salah dengan mengonsumsi daging sapi? Mereka dapat menyarankan orang untuk tidak memakan daging sapi tapi tidak boleh memaksakan keyakinan mereka kepada orang lain,” tegas B. Sudarshan yang menjadi ketua panitia festival tersebut.

Kota Hyderabad dianggap sebagai simbol kebangkitan ekonomi India karena besarnya investasi dari perusahaan-perusahaan global seperti Microsoft dan Google. Namun, keunggulan kota ini menjadi menurun dan citranya tercoreng dengan ketegangan dan bentrok antaragama yang kerap terjadi.

Beberapa tahun terakhir ini,  banyak negara bagian di India telah memberlakukan hukuman penjara bagi setiap orang yang membantai atau memotong sapi. Hal ini dinilai banyak pihak sebagai perwujudan radikalitas Hindu dan sentimensi anti-Muslim.

(Bft / Dhi)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari