16:49 WIB
Kamis, 25 Desember 2014
Jumat, 13 April 2012 20:06 WIB

Tersangkut Kasus Korupsi, Mantan Presiden Mongolia Digelandang Polisi

Johannes Sutanto de Britto
Nambaryn Enkhbayar
Nambaryn Enkhbayar

Ia juga mengklaim bahwa polisi melanggar kekebalan hukum yang ada disandangnya sebagai mantan presiden.

ULAN BATOR, Jaringnews.com - Mantan presiden Mongolia - salah satu politisi yang paling terkenal negara itu - ditahan Jumat ini atas tuduhan korupsi. Peristiwa penahanan ini memicu bentrok pendukungnya dengan aparat keamanan.

Nambaryn Enkhbayar didakwa dengan pelanggaran ringan, termasuk menggunakan peralatan televisi yang disumbangkan ke sebuah biara untuk membuat sebuah saluran televisi, hal ini dikatakan Badan Anti-korupsi Mongolia.

Penyerbuan polisi ke rumah mantan presiden tersebut terjadi pagi hari dan disiarkan televisi. Aksi penyerbuan rumah Enkhbayar ini diinformasikan pada para wartawan dan kru TV. Setelah diberitahu presiden, wartawan segera meluncur ke lokasi. Rekaman video drama penyerbuan ini telah diposting di berbagai situs media. Rekaman itu menunjukkan ratusan polisi yang memaksa masuk ke rumahnya dan terlibat bentrok dengan para pendukungnya.

Mantan presiden menolak memberikan segala bentuk kesaksian. Ia juga mengklaim bahwa polisi melanggar kekebalan hukum yang ada disandangnya sebagai mantan presiden.

Para pendukung mengklaim bahwa dia tidak dapat dihukum karena kasus kerusuhan yang mematikan terjadi pada 2008, ketika ia masih menjadi presiden.

Pengacaranya mengumumkan Jumat ini bahwa Enkhbayar - yang menjabat sebagai perdana menteri kemudian presiden Mongolia selama hampir satu dekade sampai kehilangan jabatan tahun 2009 - telah memicu aksi mogok makan.

Mongolia adalah salah satu negara termiskin di Asia, tetapi hal ini menjadi lebih dan lebih menarik bagi investor asing dengan deposito yang kaya minyak tembaga, emas, uranium dan perak

(Deb / Deb)
Diurutkan berdasarkan:
Sabtu, 14 April 2012 19:31 WIB
the foundation of peace is justice

This is an absolute joke. Firstly, Enkhbayar was unarguably a central figure in the transformation of Mongolia from a miserable communism to a true democracy. Communism ended in Mongolia in the early ninety's, and from that point onwards, a few names must be remembered who led the transformation from communism to a commendable democracy not seen even in more developed countries; Enkhbayar's name tops that list; this is just a globally acknowledged fact. The country owes him for that. Second of all, nobody in their right mind believes that Enkhbayar was summoned by the so-called Anti Corruption Agency for 1 whole year and he just "didn't show up!". Why would he not? He is in the country isn't he? And has been there and been there Actively. If he wanted to avoid his alleged "corruption being exposed", he would've and could've fled. Third of all, what are the chances that he gets arrested 1 month before the elections where he would've almost surely secured a parliament seat? What are the chances of him being arrested shortly after he released embarrassing data about what Truly happened in the 2008 riots?! Someone clearly wants to silence him. Fourth of all, his arrest was unconstitutional because he was under the state's immunity, which lasts 4 years post his presidential tenure. The biggest regret of it all, is that all what is happening now completely defies and negates democracy; and democracy is what Enkhbayar spent 20 years building for Mongolia!

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini