05:13:23 WIB
Kamis, 08 Desember 2016
Jum'at, 13 April 2012 , 20:06 WIB

Tersangkut Kasus Korupsi, Mantan Presiden Mongolia Digelandang Polisi

Johannes Sutanto de Britto
Nambaryn Enkhbayar
Nambaryn Enkhbayar

Ia juga mengklaim bahwa polisi melanggar kekebalan hukum yang ada disandangnya sebagai mantan presiden.

ULAN BATOR, Jaringnews.com - Mantan presiden Mongolia - salah satu politisi yang paling terkenal negara itu - ditahan Jumat ini atas tuduhan korupsi. Peristiwa penahanan ini memicu bentrok pendukungnya dengan aparat keamanan.

Nambaryn Enkhbayar didakwa dengan pelanggaran ringan, termasuk menggunakan peralatan televisi yang disumbangkan ke sebuah biara untuk membuat sebuah saluran televisi, hal ini dikatakan Badan Anti-korupsi Mongolia.

Penyerbuan polisi ke rumah mantan presiden tersebut terjadi pagi hari dan disiarkan televisi. Aksi penyerbuan rumah Enkhbayar ini diinformasikan pada para wartawan dan kru TV. Setelah diberitahu presiden, wartawan segera meluncur ke lokasi. Rekaman video drama penyerbuan ini telah diposting di berbagai situs media. Rekaman itu menunjukkan ratusan polisi yang memaksa masuk ke rumahnya dan terlibat bentrok dengan para pendukungnya.

Mantan presiden menolak memberikan segala bentuk kesaksian. Ia juga mengklaim bahwa polisi melanggar kekebalan hukum yang ada disandangnya sebagai mantan presiden.

Para pendukung mengklaim bahwa dia tidak dapat dihukum karena kasus kerusuhan yang mematikan terjadi pada 2008, ketika ia masih menjadi presiden.

Pengacaranya mengumumkan Jumat ini bahwa Enkhbayar - yang menjabat sebagai perdana menteri kemudian presiden Mongolia selama hampir satu dekade sampai kehilangan jabatan tahun 2009 - telah memicu aksi mogok makan.

Mongolia adalah salah satu negara termiskin di Asia, tetapi hal ini menjadi lebih dan lebih menarik bagi investor asing dengan deposito yang kaya minyak tembaga, emas, uranium dan perak

( Deb / Deb )

Berita Terkait

Komentar