19:25 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Jumat, 23 Maret 2012 17:44 WIB

Umat Katolik Meksiko Minta Paus Akhiri Kekerasan Mafia Narkoba

Budi Fernando Tumanggor
Tentara  Meksiko siap menyambut kedatangan Paus Benediktus XVI (REUTERS/Edgard Garrido ):
Tentara Meksiko siap menyambut kedatangan Paus Benediktus XVI (REUTERS/Edgard Garrido ):

Pemerintah Meksiko menyatakan bahwa sedikitnya 50.000 orang tewas selama lima tahun sebagai akibat dari perang antara pemerintah dengan mafia narkoba.

MEXICO CITY, Jaringnews.com – Paus Benediktus XVI direncanakan akan mengunjungi kota Leon dan Silao dalam kunjungannya di Meksiko, Jumat (23/3). Dia dijadwalkan akan tiba hari ini di Meksiko.

Pimpinan Gereja Katolik Roma, yang akan berusia 85 bulan depan ini, akan disambut oleh Presiden Meksiko Felipe Calderon di bandara Guanajuato.

Kunjungan Paus ke Meksiko ini juga diwarnai dengan berbagai kritik yang muncul akhir-akhir ini kepada Vatikan terkait banyaknya kasus skandal pelecehan seksual para pastornya.

Para pastor yang terkena kasus pedofil di Meksiko berharap agar Benediktus XVI mengusahakan keadilan bagi mereka selama kunjungannya. Namun, sayangnya agenda kunjungan Paus, yang lahir di Jerman ini, tidak untuk menyelesaikan dan mengurusi hal tersebut.

Banyak umat Katolik di Meksiko berharap agar Paus menyerukan pesan dan ajakan untuk mengakhiri aksi kekerasan mafia narkoba di Meksiko.

Pemerintah Meksiko menyatakan bahwa sedikitnya 50.000 orang tewas selama lima tahun sebagai akibat dari perang antara pemerintah dengan mafia narkoba.

Ironisnya, sebagian besar dari anggota mafia narkoba mafia Meksiko ini justru penganut agama katolik yang taat.

Sementara itu kelompok Anonymous Hacker di Meksiko menuding kunjungan Paus ini sebagai upaya untuk mendukung Partai Aksi Nasional (PAN), partai konservatif pendukung Calderon, maju dalam pemilu 1 April 2012 mendatang.
 
"Kunjungan Paus datang tepat pada awal kampanye pemilu," ujar seorang anggota kelompok ini terkait dengan tudingan tersebut.

Dia juga menambahkan bahwa partai PAN akan menggunakan ini sebagai senjata politik untuk memenangkan suara dari jutaan umat Katolik di Meksiko.
 

(Bft / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini