17:43 WIB
Jumat, 19 Desember 2014
Rabu, 20 November 2013 11:53 WIB

Prihatin Kasus dr Ayu, IDI Lumajang Gelar Aksi Stop Kriminalisasi Dokter

Arif Purba
Aksi solidaritas IDI Lumajang (Foto - Jaringnews/Arif Purba)
Aksi solidaritas IDI Lumajang (Foto - Jaringnews/Arif Purba)

Kasus dokter Ayu menimbulkan keresahan kalangan dokter

LUMAJANG, Jaringnews.com - Kasus penangkapan dr Dewi Ayu Sasiary Prawani SpOG, di Manado, Sulawesi Utara pada 8 November lalu, menuai aksi simpatik dari koleganya di IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Lumajang, Jawa Timur. Puluhan orang dokter Lumajang menggelar aksi bertajuk Stop Kriminalisasi Dokter.

Aksi simpatik anggota IDI Lumajang itu, menanggapi penangkapan dan penahanan dr Ayu S Prawani atas putusan Mahkamah Agung pada 18 September 2012. Putusan MA itu atas tuduhan malpraktek. Aksi simpatik itu digelar di RSUD dr Hariyoto Lumajang. Aksi simpatik itu menelurkan selembar surat pernyataan IDI Lumajang.

Pernyatan para dokter itu dibacakan dr Edy Busintoro SpOG menyatakan, kasus yang menimpa dr Ayu membuat keresahan dikalangan para Dokter untuk mengambil tindakan medis kepada para pasien. Sebab, jika dokter tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien maka dikawatirkan akan dibilang sebagai tindakan malpraktek.

"Kasus dokter Ayu menimbulkan keresahan kalangan dokter," tandasnya, Rabu (20/11). Edy Busintoro menambahkan, pengurus IDI Lumajang menyatakan beberapa sikap atas kasus yang menimpa dr Ayu. IDI Lumajang menyatakan sangat prihatin dan menyesalkan kejadian penuntutan, penangkapan dan penahanan sejawat dr Dewa Ayu Sasiari Prawani SpOG. "IDI Lumajang menyatakan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap dokter," imbuhnya.

Selain itu, IDI LUmajang menyerukan kepada sejawat dokter di Lumajang untuk memakai pita hitam di lengan kanan selama tiga hari sebagai ungkapan duka mendalam pada kejadian tersbut. IDI Lumajang mengajak kepada seluruh dokter di Lumajang untuk melakukan doa keprihatian profesi dokter, secara serentak selama satu jam di tempat kerja masing-masing.

Ketua IDI Lumajang, dr Joni Subagio, berharap tidak akan ada lagi aksi kriminalisasi dokter. Sebab, jika terjadi kriminalisasi dokter yang dirugikan bukan dokter atau instansi kesehatan saja, namun dampaknya juga akan dirasakan masyarakat karena para dokter akan segan untuk mengambil tindakan medis.

"Dengan kejadian yang menimpa dr Ayu menimbulkan stigma bagi dokter. Para dokter akan berfikir berapa kali jika melakukan tindakan, resikonya adalah dipenjara," pungkasnya.

(Arp / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari