07:32 WIB
Selasa, 29 Juli 2014
Rabu, 9 Januari 2013 16:50 WIB

Konsep BPJS Dinilai Perlu Perbaikan

Achmad Adhito Hatanto
Pengamat kebijakan kesehatan dari Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Laksono Trisnantoro (Foto: Istimewa)
Pengamat kebijakan kesehatan dari Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Laksono Trisnantoro (Foto: Istimewa)

BPJS mesti tetap berjalan.

JAKARTA, Jaringnews.com – Konsep Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan berlangsung mulai tahun 2014, perlu perbaikan. Itu karena antara lain belum ada kesepakatan antar-lembaga negara dalam sejumlah hal. Itu dikatakan oleh pengamat kebijakan kesehatan dari Universitas Gadjah Mada, Laksono Trisnantoro, di Jakarta hari ini.
 
Dalam percakapan dengan Jaringnews.com, Laksono menyebut sejumlah hal yang perlu diperjelas dalam BPJS. “Antara lain, terkait premi, apakah semua akan mendapatkan pelayanan? Apakah masyarakat kaya juga bisa masuk dengan layanan yang berbeda?" kata dia.

Untuk kawasan seperti Papua, ada BPJS sekalipun, tidak ada jaminan 100% bahwa layanan kesehatan bisa dinikmati. “Itu karena dokternya bisa saja tidak tersedia di daerah pelosok.”
 
Laksono pun memertanyakan kemampuan fiskal Pemerintah Indonesia untuk menopang BPJS bila harga bahan bakar minyak tidak dinaikkan. Sebab, bila subsidi harga bahan bakar minyak naik, bisa saja anggaran kesehatan mengecil.
 
Tambah Laksono, terlepas dari kekurangan yang ada, BPJS mesti tetap berjalan. Sebab, sistem jaminan sosial nasional itu merupakan amanah dari sebuah undang-undang.

(Dhi / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini