07:41:14 WIB
Senin, 01 Mei 2017
Senin, 24 Desember 2012 , 07:09 WIB

Waspadai Problem yang Umum Saat Penerbangan

Syahrial Mayus
30580-Wanita yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah sebaiknya tak berdiam diri selama di pesawat (Foto - health.howstuffworks)
Wanita yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah sebaiknya tak berdiam diri selama di pesawat (Foto - health.howstuffworks)

Mabuk udara berasal dari cairan dalam telinga yang terpengaruh turbulensi

JAKARTA, Jaringnews.com - Memasuki musim liburan Natal dan Tahun baru aktivitas akan meningkat untuk jarah jauh. Bagi yang suka bepergian dengan pesawat hati-hatilah, sebab Anda perlu mengetahui dampak negatifnya karena terlalu lama duduk dalam pesawat, seperti dilansir oleh ABC News (21/12) berikut;

1. Sinus dan perut
Udara kering dan tersaring di dalam pesawat bisa membuat saluran napas kering dan menghilangkan lapisan lendir yang memberikan perlindungan dalam hidung. Tanpa perlindungan itu, bakteri bisa dengan masuk dalam tubuh Anda. Jika melakukan penerbangan yang lama, sebaiknya jangan terlalu sering menyentuh hidung atau mata menggunakan tangan untuk menghindari bakteri masuk.

2. Tekanan darah
Tekanan udara yang rendah dalam kabin bisa menyebabkan sirkulasi darah lebih pelan. Ini bisa berbahaya bagi orang yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah, karena kemungkinan akan terjadi lebih besar penyumbatan ulang. Wanita yang mengonsumsi pil atau memiliki sejarah kesehatan dan keluarga yang pernah mengalami penyumbatan pembuluh darah sebaiknya tak berdiam diri selama di pesawat. Berjalan-jalanlah dan gerakkan tubuh setiap 30-60 menit.

3. Telinga
Anda mungkin mengalami mabuk udara, namun semuanya berasal dari cairan dalam telinga yang terpengaruh turbulensi. Ditambah lagi jika Anda berusaha menjauhi suara mesin dengan mendengarkan musik, hal ini bisa mempengaruhi sel saraf telinga. Tak masalah jika dilakukan sekali dua kali, namun jika Anda adalah orang yang sering melakukan penerbangan panjang, ini bisa menyebabkan kerusakan permanen.

4. Sel
Atmosfir bumi menipis di ketinggian lebih dari 30.000 kaki, artinya orang yang sering melakukan penerbangan terkena paparan radiasi kosmis yang tinggi. Radiasi semacam ini bisa menyebabkan perubahan pada sel tubuh. Namun hal ini hanya bisa berlaku pada orang yang terlalu sering melakukan penerbangan, seperti kru pesawat terbang atau pramugari yang sedang hamil.

5. Tidur
Ketika Anda melewati zona waktu terlalu cepat, ritme sirkadian tubuh masih sama dengan waktu asal Anda. Hasilnya, jet lag. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan cahaya matahari untuk membuat otak dan tubuh menyesuaikan diri. Jika Anda bepergian ke timur, hindari matahari pagi, dan coba dapatkan matahari sore. Jika Anda bepergian ke barat, cobalah dapatkan sebanyak-banyaknya matahari sebelum petang.

Selamat nikmati liburan Anda, perhatikan kesehatan selama perjalanan.

( Mys / Mys )

Berita Terkait

Komentar