16:22 WIB
Kamis, 23 Oktober 2014
Kamis, 8 November 2012 16:13 WIB

Indonesia Kurang 184.000 Ranjang Kelas III Jelang BPJS

Achmad Adhito Hatanto
Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Saat ini, grup rumah sakit besar juga banyak yang memperbanyak tempat tidur kelas III

JAKARTA, Jaringnews.com - Menjelang berlakunya BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan di tahun 2014, saat ini rumah sakit seluruh Indonesia kekurangan 184.000 tempat tidur kelas III.

Seiring itu, kini ada kecenderungan bahwa rumah sakit di Indonesia menambah tempat tidur kelas III terkait akan berlakunya BPJS. Ketua Komisi IX DPR RI, Ribka Tjiptaning, mengatakan hal tersebut di Jakarta hari ini.

Ribka mengatakan bahwa, saat ini, grup rumah sakit besar juga banyak yang memperbanyak tempat tidur kelas III. Bahkan membangun rumah sakit untuk hal tersebut.

"Sementara itu di Kota Tangerang, walikotanya berani mengeluarkan anggaran Rp 140 miliar untuk pengadaan 300 tempat tidur kelas III di rumah sakit," ucap politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Ia pun mengatakan bahwa semua kepala daerah pemerintahan di Indonesia harus mengantisipasi kekurangan tempat tidur kelas III itu.

"Semua rakyat setelah BPJS berjalan punya hak yang sama. Semua boleh ke kelas III yang dijamin negara. Sementara, jumlah (tempat tidur kelas III) masih kurang."

Apakah rumah sakit swasta kecil tidak akan merugi karena nilai plafon tarif kelas III yang dijamin, terlalu rendah? Jawab Ribka, itu tidak akan terjadi. Sebab, untuk penentuan nilai plafon tersebut, Komisi IX sudah menghimpun masukan dari banyak pihak. Itu seperti Ikatan Dokter Indonesia, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, dan lain-lain.
 

(Dhi / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari