00:53 WIB
Rabu, 1 Oktober 2014
Rabu, 7 Maret 2012 17:57 WIB

10 Alasan Mengapa Perut Anda Sakit (1)

Aliza Marcella
Ilustrasi
Ilustrasi

Batu empedu menyebabkan pembengkakan dan dapat memblokir saluran ke dalam usus, sehingga menimbulkan rasa sakit.

ROCHESTER, Jaringnews.com - Sakit perut mungkin hal yang biasa. Entah itu sakit perut dalam jangka panjang maupun pendek, atau muncul sebelum atau sesudah makan. Gangguan seperti ini terkadang dianggap sebagai gejala ringan.

Namun, jangan salah. Pada beberapa kasus, sakit perut dapat menjadi gejala penyakit tertentu yang lebih serius jika tak segera disadari atau ditindaklajuti. Setidaknya hal tersebut yang dikatakan Vivek Kaul, kepala divisi gastroenterologi dan hepatologi University of Rochester Medical Center di Rochester, New York.

Apa saja kondisi yang Anda alami berawal dari sakit perut? Berikut ulasannya:

1. Batu empedu
Batu empedu adalah batu yang terbentuk di kandung empedu, kantung kecil yang menggantung di bawah hati, dan diperlukan untuk mencerna lemak. Batu-batu ini menyebabkan pembengkakan dan dapat memblokir saluran ke dalam usus, sehingga menimbulkan rasa sakit. Sakit batu empedu cenderung menyerang sisi kanan perut bagian atas, terutama setelah makan makanan berlemak. Makanan tersebut memicu kandung empedu berkontraksi. "Jika kandung empedu meradang, setiap kontraksi alam yang akan diperkuat dan biasanya akan menyebabkan rasa sakit pada pasien," ucap Kaul.

2. Pankreatitis
Peradangan pankreas dapat menyebabkan rasa sakit terbakar di perut bagian atas atau tengah. Beberapa orang bahkan memiliki linu yang terasa sampai ke punggung mereka. "Anda mungkin bersandar ke depan atau berbaring telentang untuk mencoba mengurangi rasa sakit, yang mungkin mereda menjadi rasa nyeri, mual, dan muntah," ucap Osama Alaradi, MD, seorang ahli pencernaan di Henry Ford Hospital di Detroit. Terlalu banyak alkohol bisa menjadi biang keladinya.

3. Divertikulitis
Divertikulitis adalah peradangan 'divertikula' atau kantong yang terbentuk di lapisan usus, biasanya usus besar. Gejalanya bisa berupa kram di perut bagian bawah, dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan abses, pendarahan, dan bahkan perforasi, yang mengakibatkan rasa sakit yang parah, bahkan sampai menjalani operasi. "Terlihat seperti terdapat lubang pada lapisan usus besar yang cenderung meradang atau terhambat karena kotoran," Kaul.

4. Endometriosis
Endometriosis hanya mempengaruhi perempuan saja. Ini merupakan kondisi yang terjadi jika sel-sel dari dinding rahim melarikan diri dan mulai tumbuh di bagian lain dari tubuh, biasanya di panggul. Endometriosis sendiri sulit untuk didiagnosis, kata Kaul, dan sering membutuhkan rujukan ke dokter kandungan dan USG panggul. Jika endometriosis dibatasi pada satu area kecil, pembedahan dapat menjadi alternatif yang membantu. Jika tidak, Anda dapat meminum obat penghilang sakit, atau terapi hormon.

5. Masalah tiroid
Meskipun kelenjar tiroid terletak di leher, dapat memberikan masalah pada tubuh bagian bawah (perut). "Tiroid mengatur beberapa fungsi dalam tubuh dan sistem saluran pencernaan," jelas Alardi. Jika tiroid menghasilkan hormon terlalu banyak (hipertirodisme), dapat mengakibatkan kram perut dan diare. Di sisi lain, tiroid yang kurang aktif menghasilkan hormon (hypothyroidism) dapat memperlambat saluran pencernaan yang berpotensi menyebabkan rasa sakit dari sembelit dan buang-buang angin.

(Aml / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari