22:28 WIB
Selasa, 16 September 2014
Senin, 19 November 2012 11:02 WIB

Mengapa Kita Tidak Bisa Mengingat Kenangan Saat Masih Bayi?

Aliza Marcella
Otak bayi sebenarnya tidak bekerja dengan baik untuk merangkum informasi kompleks yang dikenal sebagai memori.
Otak bayi sebenarnya tidak bekerja dengan baik untuk merangkum informasi kompleks yang dikenal sebagai memori.

Anak kecil uniknya masih bisa mengingat hal-hal faktual seperti nama orang tua

ATLANTA, Jaringnews.com - Normalnya, seseorang memang tidak memiliki memori apapun tentang masa kecilnya. Namun bukan berarti kita tidak merekam informasi ketika masih bayi.

Seperti dilansir Life's Little Mysteries (18/11), alasan mengapa kita tidak ingat kenangan ketika masih bayi bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan. Karena pada saat itu, otak sebenarnya tidak bekerja dengan baik untuk merangkum informasi kompleks yang dikenal sebagai memori.

Anak kecil uniknya masih bisa mengingat hal-hal faktual seperti nama orang tua, bagaimana untuk mengucapkan terima kasih, dan selamat tinggal ketika berpisah. Dan semua itu disebut dengan ingatan semantik.

Sementara itu, memori sampai kita berusia 2-4 tahun juga tidak bisa diingat lagi setelah dewasa. Sebab pada saat itu, otak masih kurang mampu menghimpun memori episodic (ingatan tentang rincian spesifik dan kejadian tertentu).

Memori itu sendiri sebenarnya disimpan di beberapa bagian otak atau korteks. Sebagai contoh, memori suara diproses dalam korteks pendengaran pada sisi samping otak. Kemudian memori penglihatan diatur korteks visual di bagian belakang otak. Sedangkan area otak yang disebut hippocampus berusaha untuk menggabungkan seluruh memori tersebut.

"Pikirkan korteks sebagai bunga, semua dalam kepala kita. Sekarang, tugas hippocampus adalah menata bunga-bunga itu secara rapi di tengah otak, dan kemudian mengubahnya menjadi buket yang indah," jelas Patricia Bauer dari Emory University di Atlanta.

Dengan demikian, memori  seperti buket yang merupakan sebuah pola saraf yang saling terkait antara bagian otak dan tempat ingatan disimpan.

Jadi apa alasan anak-anak biasanya gagal menyimpan memori? Alasannya adalah saat itu hippocampus masih dalam tahap awal mengumpulkan potongan informasi. Selain itu, memori episodic dianggap tidak terlalu kompleks karena anak masih ada dalam tahap belajar tentang hal-hal yang ada di sekelilingnya.

"Menurut pendapat saya, tujuan dari dua tahun pertama seorang anak adalah menguasai pengetahuan semantic sementara memori episodic akhirnya diabaikan," tambah psikolog Nora Newcombe dari Temple University di Philadelphia.

(Aml / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari