23:11 WIB
Jumat, 21 November 2014
Senin, 6 Januari 2014 20:46 WIB

Awas, Agen Langgar Jual Elpiji Tak Sesuai Ketentuan, Dikenakan Sanksi

Albi Wahyudi
Direktur Pemasaran Niaga Pertamina Hanung Budya Pertamina Hanung Budya (kiri) dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan saat jumpa pers, Jakarta (6/12), (Jaringnews/ Dwi Sulistyo). PT Pertamina akhirnya merivisi kenaikan gas elpiji 12 kg sebesar rp 1000.
Direktur Pemasaran Niaga Pertamina Hanung Budya Pertamina Hanung Budya (kiri) dan Dirut Pertamina Karen Agustiawan saat jumpa pers, Jakarta (6/12), (Jaringnews/ Dwi Sulistyo). PT Pertamina akhirnya merivisi kenaikan gas elpiji 12 kg sebesar rp 1000.

Sanksi pada agen atau pengecer penjual elpiji yang tidak mematuhi sesuai ketetapan

JAKARTA, Jaringnews.com - PT Pertamina (Persero) siap kenakan sanksi kepada agen atau pengecer penjual elpiji 12 kg yang melanggar menjual elpiji yang tidak sesuai ketentuannya.

Direktur Pemasaran dan Niaga, PT Pertamina (Persero), Hanung Budya mengatakan, pihaknya akan melakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU) bagi yang melanggar ketentuan yang ditetapkan Pertamina.

"Kita akan tegas kenakan sanksi pada agen atau pengecer penjual elpiji yang tidak mematuhi sesuai ketetapannya dan langsung di PHU kan," ungkap Hanung di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (6/1).

Dengan demikian harapan Hanung, pendistribusian elpiji yang ada di pasaran tidak memberi kecemasan bagi masyarakat luas. Apalagi ketersediaan penyediaan tabung elpiji dipasaran semakin digencarkan.

Selain itu, menurut Hanung, pihaknya juga siap memasang spanduk-spanduk pada beberapa titik di tiap daerah yang memuat harga ketetapan elpiji non subsidi 12 kg.

"Ini dilakukan sebagai kontrol sosial dan menahan adanya oknum agen atau pengecer yang dengan sengaja menjual elpiji 12 kg di luar harga rekomendasi dari Pertamina," ungkap Hanung.

Bahkan menurut Hanung, pihaknya juga akan terus memperketat pengawasan distribusi pasca revisi penaikan harga elpiji 12 kg dari Rp3.500 ke Rp1.000 per kg.
 
"Pertamina akan terus memperketat pengawasan dan memberikan sanksi tegas terhadap agen yang melakukan pelanggaran mengenai harga jual maupun indikasi penimbunan sehingga berdampak pada ketersediaan elpiji non subsidi 12 kg dan elpiji subsidi 3 kg," ungkap Hanung.

Untuk diketahui, kini Pertamina secara resmi merevisi kenaikan harga elpiji non subsidi 12 kg Rp1.000 per kg. Dengan demikian kenaikan harga per tabung elpiji 12 kg rata-rata Rp14.200 per tabung.

Sementara harga per tabung elpiji 12 di tingkat agen menjadi berkisar antara Rp89.000-120.100 terhitung mulai 7 Januari 2014, pukul 00.00.

(Alb / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari