09:22 WIB
Kamis, 2 Oktober 2014
Jumat, 1 November 2013 16:14 WIB

Pertamina: PT Inti Mundurkan Pemasangan RFId untuk Jakarta

Albi Wahyudi
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, sebelumnya dijanjikan pemasangan RFId akan dipasang pada November 2013 (Foto - Albi Wahyudi)
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, sebelumnya dijanjikan pemasangan RFId akan dipasang pada November 2013 (Foto - Albi Wahyudi)

Karena adanya perubahan harga akibat dampak penurunan nilai rupiah terhadap kurs dollar Amerika Serikat

JAKARTA, Jaringnews.com - PT Pertamina (Persero) minta komitmen PT Inti untuk dapat menyelesaikan pemasangan alat pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dengan Radio Frequency Identification (RFId) yang terus mengalami pengundurannya untuk wilayah Jakarta.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, bila sebelumnya dijanjikan pemasangan RFId akan dipasang pada November 2013, karena adanya perubahan harga akibat dampak penurunan nilai rupiah terhadap kurs dollar Amerika Serikat, sehingga biaya alat RFId yang diimpor menjadi tinggi dan dampaknya pemasangan RFId menjadi molor.

"Karena beberapa bulan terakhir nilai dollar telah menguat. PT Inti mengeluhkan impor yang dilakukan. Padahal kontraknya menggunakan rupiah. Kami membayar Rp18 per liter kepada PT Inti," jelas Ali di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (1/11).

Meskipun begitu Ali tetap optimis, bahwa pemasangan RFID tetap akan berjalan. Hal tersebut dikarenakan telah sesuai kontrak yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Sebelumnya PT Inti telah menyampaikan kepada PT Pertamina untuk meminta masukan dari pihak ketiga yaitu dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan penghitungan terhadap proyek tersebut.

Ali mengungkapkan, meski terjadi perubahan harga, akan tetapi pihaknya yakin RFId akan terpasang disetiap SPBU dan sebagian besar kendaraan pribadi milik masyarakat Indonesia pada pertengahan tahun depan sekitar Juni 2014.

Bagaimanapun juga dengan adanya kemunduran pemasangan RFId di Jakarta, akan tetapi pihaknya berencana melakukan uji coba di Jakarta, agar memastikan kehandalan kinerja RFID guna menghindari kerugian bagi pengusaha SPBU dan Pertamina.

(Alb / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini