16:36 WIB
Kamis, 17 April 2014
Rabu, 5 Juni 2013 13:58 WIB

Gita Wirjawan Curhat Lagu Ciptaannya Dibajak & Dihargai Rp3.000

Eben Ezer Siadari
Gita Wirjawan memainkan lagu Padamu Negeri dengan piano di hadapan mahasiswa dan alumni IPB (Foto: Twitter Gita Wirjawan @GWirjawan)
Gita Wirjawan memainkan lagu Padamu Negeri dengan piano di hadapan mahasiswa dan alumni IPB (Foto: Twitter Gita Wirjawan @GWirjawan)

Menurut Gita salah satu bentuk pendidikan bagi konsumen adalah tidak menjual barang bajakan.

JAKARTA, Jaringnews.com - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, ketika memberikan pengarahan di depan sejumlah pengusaha mengaku sedih ketika ia menemukan kaset berisi lagu ciptaannya dibajak dan cuma dihargai Rp3.000.

"Saya agak tersentuh, sebagai mantan musisi lagu ciptaan saya cuma dijual Rp3.000 dan saya tidak pernah mendapat royalti," kata Gita Wirjawan di sela-sela pengarahannya keada para pengusaha pengelola pusat belanja dan toko modern, di Summarecon Mal Serpong (SMS), Tangerang, hari ini (5/6).

Kisah ini ia sampaikan dalam acara bertajuk Dialog Menteri Perdagangan RI dengan Pegurus Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia, Asosiasi Pemasok & Anggota Forum Komunikasi Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Belanja dan Toko Modern.

Gita menceritakan hal itu dalam upaya mengimbau para pengusaha itu turut mendukung program Kementerian Perdagangan mendidik masyarakat menjadi konsumen yang baik.

Menurut Gita salah satu bentuk pendidikan bagi konsumen adalah tidak menjual barang bajakan.

"Kalau bisa di mal-mal seperti SMS, Senayan City dan lain-lain, yang dijual adalah barang yang layak, bukan bajakan," kata Gita.

Menurut Gita, para pengusaha turut bertanggung jawab dalam hal ini. "Siapa tahu diantara anak-anak Anda kelak ada yang akan menjadi musisi. Kita harus bertanggung jawab agar musisi mendapat apresiasi atas karyanya," kata Gita.

Pelaku usaha pusat belanja yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia tahun 2012 mencapai 300 anggota, dimana 30 persen berada di Jakarta. Pertumbuhan toko modern di Indonesia selama 2010-2015 diperkirakan berada pada kisaran 4,5-5 persen per tahun.

(Ben / Riz)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini