17:59 WIB
Sabtu, 1 November 2014
Selasa, 2 Oktober 2012 14:53 WIB

Lima Pekerjaan Ini Boleh Di-Outsourcing

Chandra Harimurti
Menakertrans Muhaimin Iskandar (Jaringnews/Dwi Sulistyo)
Menakertrans Muhaimin Iskandar (Jaringnews/Dwi Sulistyo)

Buruh sudah sepakat dengan keputusan peraturan menteri (permen) ini.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mengeluarkan peraturan menteri tentang pembatasan pekerjaan outsourcing atau alih daya. Hanya ada 5 jenis pekerjaan yang boleh di-outsourcing-kan.

Lima pekerjaan itu di antaranya petugas kebersihan, pertambangan lepas atau borongan, jasa keamanan, transportasi dan jasa katering. Di luar itu, buruh harus berstatus sebagai karyawan langsung di perusahaan.

"Membatasi outsourcing hanya boleh yang diatur oleh UU saja, yang di UU No. 13 (ketenagakerjaan)," kata Menakertrans Muhaimin Iskandar di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/10).

Muhaimin mengklaim buruh sudah sepakat dengan keputusan peraturan menteri (permen) itu. Sehingga dalam pertemuan antara Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan buruh hanya mempertegas persetujuan itu.

"Iya, mereka sudah sepakat. Pertemuan nanti hanya meluruskan saja," kata Muhaimin.

Muhaimin menjelaskan permen itu akan berlaku 6 bulan sampai 1 tahun setelah permen keluar. Itu diharuskan untuk melakukan penyesuaian terhadap biro outsourcing atau penyalur tenaga kerja. Penyalur tenaga kerja yang menyalurkan pekerja di luar 5 yang disebutkan tadi harus menarik pekerjanya.

"Itu untuk penyesuaian saja. Kita kasih waktu 6 bulan sampai 1 tahun," kata Muhaimin.

(Chm / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari