17:19 WIB
Selasa, 23 September 2014
Sabtu, 3 Maret 2012 16:13 WIB

Raksasa Semen Thailand Bangun Pabrik di Sukabumi

JaringNews
Siam Cement Group (SCG)
Siam Cement Group (SCG)

Selain membangun pabrik, SCG mengakuisisi 30 persen saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

JAKARTA, Jaringnews.com - Setelah 15 tahun menebar gurita bisnis di Indonesia dengan mengakuisisi sejumlah proyek dan perusahaan, Siam Cement Group (SCG) makin menancapkan kuku di Tanah Air dengan membangun pabrik semen di Sukabumi, Jawa Barat. Pembangunan rencananya akan dimulai pertengahan tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) SCG, Kan Trakulhoon, di Jakarta (2/3). Menurut dia, langkah ini adalah bagian dari strategi mereka untuk  menjadikan Indonesia sebagai target utama dalam visi strategis mereka sebagai pemimpin bisnis di ASEAN.

"Pabrik ini akan dibangun selama dua setengah tahun, dan akan berkapasitas produksi sekitar 500.000 ton per hari atau sekitar 1,8 juta ton per tahun. Semua produksi semen ini untuk pasar dalam negeri," kata Kan. SCG adalah raksasa semen yang berbasis di Thailand, salah satu pemimpin pasar di kawasan Asia Tenggara.

Selain membangun pabrik, SCG sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah strategis,  diantarannya  mengakuisisi 30 persen saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. Di masa akhir Orde Baru, Chandra Asi  termasuk salah satu megaproyek yang menelan dana investasi besar.

SCG juga telah  mengakuisisi 93,5 persen saham PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk (KIA), produsen  keramik terkemuka di Indonesia. Tidak hanya itu, SCG adalah juga penguasa  99 persen saham PT Kokoh Inti ASrebama Tbk (Kokoh), setelah perusahaan itu diambil alih melalui akuisisi. Kokoh merupakan distributor bahan bangunan dengan jaringan penjualan yang luas diseluruh Indonesia.

 Dalam waktu dekat SCG juga akan mengakuisisi Boral Indonesia salah satu produsen beton siap pakai di Indonesia. Nantinya produksi semen mereka di Sukabumi akan didistribusikan oleh Boral Indonesia.

Menurut Kan, berbagai aksi korporasi itu diambil berdasarkan prospek ekonomi Indonesia yang cerah.

(Ben / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari