18:59 WIB
Rabu, 23 Juli 2014
Jumat, 2 Maret 2012 15:01 WIB

Pasar AS Besar, Program GSP Harus Dimanfaatkan Pelaku Usaha

Ainur Rahman
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi
Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi

AS telah menjadi patner Indonesia sejak lama.

JAKARTA, Jaringnews.com - Meskipun kondisi ekonomi Amerika Serikat belum pulih, namun potensinya masih besar. Karena itu, dengan program Generalized System of Presence (GSP) dimanfaatkan Indonesia untuk meningkatkan ekspor ke negeri Paman Sam ini.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi mengatakan, walaupun ekonomi AS masih tidak menentu, dan Indonesia sudah merambah pasar ekspor non-tradisional, namun Indonesia tetap tidak akan meninggalkan pasar utamannya seperti AS.

Menurut Wamendag ada tiga alasannya. Pertama, pasar AS masih besar. Growth-nya terjadi pelemahan namun size-nya tetap besar. "Itu yang harus kita jaga," kata dia.

Hal lain kenapa pasar AS harus tetap dipertahankan, sebab kondisi AS akan terjadi pemulihan. Ketika pulih, maka Indonesia harus bisa mengambil kesempatan itu. "Semua yang turun akan naik. Ekonomi AS saat ini melemah, tapi pada saatnya akan naik. Ketika itu naik, kita harus ada di situ," kata Bayu pada acara Seminar bertema Mengembangkan Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat melalui Program GSP di Auditorium Kemendag, hari ini.

Dan alasan yang ketiga, kata Wamendag, karena AS telah menjadi patner Indonesia sejak lama.

Oleh sebab itu, dengan adanya program GSP dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.  "Indonesia sudah menjadi anggota G20 dan one triliun dollar, tapi kalau masih ada program ini kenapa tidak dipake," kata Bayu.

(Ara / Pio)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini