11:22 WIB
Kamis, 2 Oktober 2014
Minggu, 17 November 2013 11:46 WIB

Proses Inseminasi Bikin Jember Surplus Daging Sapi

Arif Purba
Pasar hewan di Jember (Jaringnews/Arif Purba)
Pasar hewan di Jember (Jaringnews/Arif Purba)

Tingginya populasi sapi di jember karena permintaan inseminasi buatan cukup tinggi, setiap tahun bisa menghasilkan 220.000 populasi sapi.

JEMBER, Jaringnews.com - Peternakan sapi pedaging di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan ke arah positif. Data Dinas Peternakan dan Perikanan Kelautan Kabupaten Jember menyebutkan ada tambahan populasi sapi pedaging, mencapai 2000 ekor per bulan.

Dengan peningkatan populasi 2000 ekor sapi per bulan tersebut, membuat Kabupaten Jember menjadi kabupaten surplus daging sapi. Surplus daging berarti bisa menjawab ketersediaan akan daging hingga akhir tahun 2013 dan awal tahun 2014 nanti.

Kepala Seksi Informasi Pasar dan Pengembangan Investasi Dinas Peternakan Dan Perikanan Kelautan Jember, Mohammad Chotib, mengatakan, tingginya populasi sapi di jember disebabkan karena permintaan proses inseminasi buatan cukup tinggi sehingga setiap tahun bisa menghasilkan 220.000 populasi sapi.

"Selama ini kami mengintensifkan pelaksanaan program inseminator hingga blusukan ke sejumlah peternakan milik peternak di sejumlah pedesaan. Kegiatan inseminasi itu dimaksudkan untuk memacu populasi sapi milik peternak kecil," papar Chotib saat berkunjung ke Pasar Hewan Kalisat, Minggu (17/11).

Saat ini, kata Chotib, tercatat ada 82 inseminator atau petugas kawin suntik yang tersebar dan bertugas di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Mereka bertugas untuk melakukan proses insiminasi buatan terhadap hewan ternak sapi.

"Pelaksanaan inseminasi itu membuahkan hasil menggembirakan. Saat ini wilayah Jember mendapat tambahan populsai sapi sebanyak duaribu ekor per bulan," katanya bangga.

Menurut Chotib, dengan populasi tambahan tersebut melengkapi total populasi sapi sebanyak 220 ribu ekor. "Selain untuk mencukupi kebutuhan daging warga Kabupaten Jember, populasi sapi sebanyak itu ikut menyumbang kebutuhan daging warga kabupaten lainnya di Jawa Timur dan Jakarta," pungkasnya.

(Arp / Mys)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini