07:12:55 WIB
Sabtu, 24 Juni 2017
Senin, 30 September 2013 , 19:29 WIB

Ini Alasan Investor Kurang Minat Garap Lapangan Migas

Albi Wahyudi
49424-Dialog tentang BBM di Hotel Shangrila, Jakarta (Jaringnews/Albi)
Dialog tentang BBM di Hotel Shangrila, Jakarta (Jaringnews/Albi)

Industri migas di dalam negeri sarat dengan intervensi birokrasi

JAKARTA, Jaringnews.com - Pengamat Kebijakan Ekonomi Energi, Darmawan Prasodjo mengungkapkan, data cadangan migas di beberapa daerah yang dimiliki pemerintah masih tidak akurat sehingga investor sungkan ikut menggarap Blok atau lapangan migas yang ditawarkan pemerintah.

"Pastinya Investor kurang berminat kalau data kurang akurat. Itu seperti beli kucing dalam karung," tutur Darmawan di Jakarta, Senin (30/9).

Darmawan menjelaskan, sekarang saja industri migas di dalam negeri sarat dengan intervensi birokrasi, padahal sejumlah negara menjalankan industri tersebut murni dengan kepentingan bisnis.

"Kalau negara lain jalaninnya secara business like, bukan birokrasi," ujar Darmawan.

Menurut Darmawan, seharusnya dalam menjalankan industri migas selayaknya seperti bisnis, maka kepentingan investor yang diinvestasikan juga memiliki kepastian hukum.

"Jadi kalau semua itu terlaksana maka ada kepastian hukum yang jelas sehingga investor juga tidak pikir panjang soal investasi," beber Darmawan.

( Alb / Mys )

Berita Terkait

Komentar