01:11 WIB
Sabtu, 19 April 2014
Jumat, 6 September 2013 17:24 WIB

Perluasan Lahan Kedelai Diharapkan Turunkan Angka Inflasi di Jember

Arif Purba
Pengolahan kedelai (Antara/Jaringnews)
Pengolahan kedelai (Antara/Jaringnews)

Angka produksi kedelai di Jember mencapai angka rata-rata 74 kwintal per hektar.

JEMBER, Jaringnews.com - Perluasan lahan komoditas kedelai diharapkan mampu menurunkan angka inflasi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Saat ini, perluasan lahan bahan baku pembuatan tahu dan tempe itu mencapai 1.000 hektar dan melengkapi luas total 5.488 hektar.

Dengan asumsi produksi rata-rata 74 kuintal per hektar, maka produktivitas kedelai di Kabupaten Jember bisa menjawab kelangkaan dan naiknya harga kedelai. Yang menggembirakan, komoditas kedelai tersebut bisa dipanen awal Oktober nanti.

Demikian dijelaskan Ketua Bidang Moneter Bank Indonesia, Dwi Suslamanto, yang juga anggota TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Jember. "Meroketnya harga kedelai di tingkat pasar, sakligus menyumbang naiknya angka inflasi di Jember," jelasnya di Jember, Jumat (6/9).

Menurut Dwi, tingginya harga kedelai impor di pasaran memang tidak bisa dipungkiri menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka inflasi di Kabupaten Jember. Guna menekan angka inflasi tadi, TPID Jember telah menerbitkan rekomendasi untuk melakukan perluasan lahan budidaya kedelai.

"Perluasan areal bakal menaikkan volume produksi kedelai. Tentu saja kenaikan produksi itu bakal menekan volume impor kedelai. Dampaknya, harga kedelai bisa turun sekaligus menahan laju angka inflasi di Jember," paparnya.

Rekomendasi TPID Jember itu ternyata telah ditindaklanjuti pada musim tanam kedelai Juli lalu. Dari total areal tanaman kedelai seluas 5.448 hektar, 1.000 hektar diantaranya adalah angka tambahan perluasan pada musim tanam ini. Komoditas kedelai itu bakal dipanen pada awal Oktober nanti.

Dwi Suslamanto menjelaskan, angka produksi kedelai di Jember mencapai angka rata-rata 74 kwintal per hektar. Dengan adanya kegiatan perluasan lahan sebanyak 1.000 hektar ditambah ada prediksi peningkatan produktiitas sebesar 2,4 kwintal perhektar, maka musim panen raya bakal memanen 414.048 kuintal atau setara 4.140 ton.

"Dengan produksi 4.000 ton itu maka akan memudahkan pengrajin tahu dan tempe di Jember untuk mendapatkan bahan baku. Dengan begitu muncul hukum ekonomi. Persediaan bahan melimpah maka harga bakal turun," jelasnya sembari menambahkan, perluasan areal kedelai akan dilanjutkan pada musim tanam 2014 nanti.

(Arp / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari