08:58 WIB
Jumat, 22 Agustus 2014
Minggu, 1 September 2013 16:02 WIB

Investor Tambang Pasir Besi Paseban Janjikan CSR Rp 200 Juta per Bulan

Arif Purba
Bakal lokasi tambang pasir besi Pantai Paseban. (foto: ist)
Bakal lokasi tambang pasir besi Pantai Paseban. (foto: ist)

Pihak perusahaan mengklaim keberadaan pertambangan pasir besi di kawasan Pantai Paseban akan memberikan kontribusi positif bagi warga setempat.

JEMBER, Jaringnews.com - Investor pertambangan pasir besi PT Agtika Dwi Sejahtera yang memegang izin Clear and Clean untuk menambang pasir besi di kawasan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, berjanji akan memberikan CSR (Corporate Social Responsibility) Rp 200 juta per bulan. Dana CSR itu merupakan sebuah usaha dari perusahaan untuk mensejahterakan atau juga memberdayakan warga sekitar penambangan. Dana CSR itu sebagai bentuk tanggung jawab investor pada warga sekitar.

Dana CSR itu sebagai jawaban dari banyaknya aksi penolakan atas dibukanya penambangan pasir besi di Pantai Paseban. Aksi penolakan dilakukan baik oleh warga sekitar maupun kelompok mahasiswa pencinta alam di Jember.

Bahkan, Bupati Jember MZA Djalal meminta investor agar secepatnya memberikan sosialisasi rencana penambangan pasir besi kepada warga sekitar Pantai Paseban. Sosialisasi tersebut diantaranya dimaksudkan memberikan penjelasan bahwa penambangan pasir besi tidak bakalan merusak lingkungan sekitar lokasi tambang. Pemberian dana CSR juga diminta disosialisasikan kepada warga dan tokoh masyarakat setempat.

"Saat bertemu dengan utusan investor, saya menyampaikan pesan Pak Bupati agar investor secepatnya melakukan sosialisasi rencana penambangan pasir yang aman bagi lingkungan sekaligus memberi kontribusi bagi warga sekitar," kata Widi Prasetyo yang menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jember, Minggu (1/9).

Sementara itu, Manager PT Agtika Dwi Sejahtera, Rudy Ferdinan, mengatakan, pemberian dana CSR Rp 200 juta per bulan itu akan diberikan kepada warga setempat pada setiap produksi 100 ribu ton dan berlaku untuk kelipatannya. "Dana kompensasi itu akan disalurkan melalui perwakilan tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa Paseban, untuk dikelola sesuai kebutuhan masyarakat setempat," paparnya.

Menurut Rudi Ferdinan, keberadaan pertambangan pasir besi di kawasan Pantai Paseban akan memberikan kontribusi positif bagi warga setempat. Rudi mengatakan, perusahaan akan merekrut ratusan tenaga kerja dengan ketentuan 90 persen berasal dari warga Paseban dan sekitarnya. Sisanya adalah tenaga ahli di bidang pertambangan dan bidang manajemen.

"Nantinya kami bakal melatih pekerja lokal setempat," ucapnya, sembari menyatakan bahwa PT Agtika Dwi Sejahtera akan membangun klinik lengkap dengan dokter dan peralatannya, untuk melayani kesehatan masyarakat secara gratis.

Menurut Rudi, izin operasi produksi pasir besi Paseban sudah diterbitkan Bupati Jember sejak Tahun 2010 lalu. Sementara Sertifikat Clear and Clean dari Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, juga sudah diberikan kepada PT Agtika Dwi Sejahtera pada Juli 2013 lalu. Terbitnya kedua jenis perijinan tadi, digunakan sebagai dasar oleh PT Agtika Dwi Sejahtera untuk melaksanakan kegiatan penambangan pasir basi, di area seluas hampir 500 hektar itu.

(Arp / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari