11:23 WIB
Minggu, 26 Oktober 2014
Sabtu, 16 Maret 2013 10:33 WIB

Sapu Lidi, Potensi Lokal Penopang Ekonomi Warga

Abdul Hady JM
Pengrajin Sapu Lidi di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang (Jaringnews/Abdul Hady JM)
Pengrajin Sapu Lidi di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang (Jaringnews/Abdul Hady JM)

Lidi yang diproduksi warga telah merambah tidak hanya di pasar domestik di Madura, tapi sudah diminati di beberapa kota besar di Jawa Timur.

SUMENEP, Jaringnews.com - Banyak cara dilakukan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal menjadi sebuah usaha yang sangat menguntungkan. Banyaknya pohon kelapa di Desa Dapenda, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, pun dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk merintis usaha sapu lidi.

Saat ini, sapu lidi sudah mulai laku di pasaran. Peluang usaha ini pun tidak mereka sia-siakan. Biasanya, lidi dari janur pohon kelapa itu dibuang. Kini dimamfaatkan menjadi salah satu usaha yang dinilai sangat menjanjikan. Dan kini, Lidi yang diproduksi warga telah merambah tidak hanya di pasar domestik di Madura, tapi sudah diminati di beberapa kota besar di Jawa Timur.

Warga di Desa Dependa mulai merintis usaha pembuatan sapu lidi sejak sepuluh tahun yang lalu. Awalnya warga membuat sapu lidi untuk keperluan pribadi di rumah.

Namun, seiring perjalanan waktu pembuatan sapu lidi mulai berkembang menjadi usaha yang lebih besar. Yakni untuk keperluan dipasok ke sejumlah pasar, baik di dalam maupun di luar Madura.

"Awalnya lidi di daerah ini jarang digunakan dan dibuang, tapi sepertinya ini prospek untuk dijadikan usaha,"kata Suriah (40), salah satu pengusaha sapu lidi.

Maka, terang dia, sejak itu warga mulai banyak yang memanfaatkan lidi menjadi sebuah usaha. "Kami mencoba membuat sapu lidi dan dijual di pasar, ternyata banyak yang beli,"ujarnya, beberapa waktu berselang.

Banyaknya sapu lidi yang dihasilkan warga membuat jumlah pengiriman sapu lidi meningkat. Dalam setiap minggunya para pengepul sapu lidi mampu mengumpulkan sapu lidi dari para pembuatnya hingga sekitar 3000 sampai  4000 buah. Lalu mereka menjualnya ke luar daerah Madura. Misalnya, ke Malang, Surabaya, Banyuwangi, dan juga ke daerah Jawa Tengah.

"Kalau pemasaran sapu lidi ini sekarang sudah mulai ke luar Madura, karena pabrik pembuat sapu lidi ala modern banyak yang pesan lidi ke daerah ini," paparnya.

Suriah menjelaskan, cara pembuatan sapu lidi tergolong sederhana dan tidaklah sulit. Hanya dengan mengupas bagian daun dan mengambil lidinya. Lidi tersebut kemudian dipisahkan, lalu dipilih lidi yang panjang saja.

"Pabrikan atau konsumen lebih menyukai lidi yang panjang dan sedang, jadi kalau yang pendek itu dibuang, karena tidak laku," katanya.

Kini, usaha sapu lidi telah menjadi salah satu pekerjaan yang bisa menopang perekonomian. Pendapatan  masyarakat mulai bertambah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. "Alhamdulillah mas, bisa nambah pendapatan," pungkasnya.

(Hdy / Deb)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini