14:37 WIB
Jumat, 31 Oktober 2014
Sabtu, 23 Februari 2013 14:04 WIB

Harga Listrik PLTS Akan Dipatok sebesar USD 25 Sen per Kwh

Albi Wahyudi
Foto: Antara/Jaringnews
Foto: Antara/Jaringnews

Tarif listrik tersebut masih digodok.

JAKARTA, Jaringnews.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mencari formula harga listrik yang pas dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Direncanakan tarif listrik dari PLTS sebesar USD 25 sen per Kilo Watt hours (Kwh).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) kementerian ESDM Rida Mulyana menyampaikan, saat ini pihaknya bersama Kementerian Kordinator Perekonomian (Kemenko) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menggodok tarif listrik tenaga listrik yang berasal dari sinar matahari tersebut.

"Tarif listrik dari PLTS masih kita godok dengan Kemenko dan Kemenkeu," kata Ridha, di Kantornya, Jakarta Jumat (22/2).

Meskipun penetapan tarif listrik tersebut masih dalam pembahasan, kata Rida, tetapi pihaknya sudah punya usulan untuk tarif listirk PLTS. Harga listrik dari PLTS tersebut diusulkan dengan harga USD 25 sen per Kwh.

Semula lanjut Rida, harga listik tersebut akan dilakukan secara gradual, tetapi karena daerah satu dengan lainya kondisi alamnya memiliki perbedaan, maka diusulkan tarif tersebut disamaratakan.

"Karena lokasinya berbeda kita pukul rata USD 25 sen untuk semua daerah," ujar Rida.

Untuk itu, ungkap Rida, nantinya pengembangan PLTS akan menggantikan peran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pada siang hari, sehingga dengan berkurangnya kinerja PLTD diharapkan dapat menghemat konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mengurangi polusi udara.

"Lokasinya akan bekerja sama dengan PLTD, suatu sistem kelistrikan akan dilakukan dengan PLTD tapi intinya untuk subsitusi PLTD. Jadi PLTD beroperasi hanya malam," pungkasnya.

(Alb / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini