09:44:39 WIB
Kamis, 20 Juli 2017
Jum'at, 23 November 2012 , 19:02 WIB

Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) Gagal

Albi Wahyudi
28221-Acara saresehan bertajuk Kebutuhan Daging Sapi 2013 di Jakarta (Jaringnews/Albi Wahyudi)
Acara saresehan bertajuk Kebutuhan Daging Sapi 2013 di Jakarta (Jaringnews/Albi Wahyudi)

Harga sapi dan daging di luar angka kewajaran.

JAKARTA, Jaringnews.com  -  "Sapi lokal yang diasumsikan dapat menyuplai kebutuhan daging sapi sebesar 83% pada kenyataannya tidak dapat terpenuhi sehingga harga daging sapi sangat tinggi atau mengalami kenaikan sebesar 50% dibandingkan tahun lalu," ujar Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya Sarman Simanjorang di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (23/11).

Menurut Sarman, penurunan kuota impor daging secara drastis dari 100.000 ton pada 2011 menjadi 34.500 ton pada 2012 (turun 65%) tidak memperhatikan ketersediaan suplai sapi lokal. Akibatnya, banyak sapi betina produktif dipotong. Diperkirakan, program Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) tahun 2014 gagal.

"Sinyal-sinyal kegagalan ini sudah dirasakan pada akhir tahun ini dengan lonjakan harga sapi dan daging di luar angka kewajaran," ucap Sarman.

"Seandainya pemerintah mempunyai perhitungan yang matang dan bertahap dalam menurunkan kuota daging impor nasional maka lonjakan harga seperti yang dialami saat ini dapat dihindari," tambah Sarman.

Sarman menegaskan bahwa berdasarkan fakta-fakta di atas pemerintah dapat dianggap lalai atau tidak menjalankan amanat UU Pangan No. 7 Tahun 1996 yang mewajibkan pemerintah untuk menyediakan pangan dalam jumlah yang cukup dan terjangkau.

"Langkah-langkah yang harus ditempuh pemerintah dalam situasi ini adalah berani berkata jujur dan memperbaiki kebijakan yang salah agar selalu melakukan evaluasi supply dan demand serta merubah kebijakan sehingga tercapai swasembada yang berkelanjutan dan terukur. Dengan demikian, program ketahanan nasional di masa mendatang dapat tercapai," tegas Sarman.

Hal lain yang harus diambil pemerintah, imbuh Sarman, memberikan izin pemasukan atau kuota daging sapi dengan perhitungan yang rasional yaitu sebesar 80 ribu ton untuk tahun 2013 atau berkurang sebesar 20% dari tahun 2011, sembari membangun peternakan dalam negeri secara integrated dan bertahap.

"Memanfaatkan dana alokasi sebesar 17,5 triliun dengan lebih bijaksana dan transparan demi kepentingan masyarakat umum baik untuk peternak dan konsumen," tutupnya.

( Alb / Deb )

Komentar