21:15 WIB
Rabu, 1 Oktober 2014
Kamis, 25 Oktober 2012 17:20 WIB

Trade Expo Indonesia 2012

Produk Indonesia Mulai Terdiversifikasi

Ainur Rahman
Suasana press conference tentang TEI 2012 dikantor Kemendag, Jakarta, Kamis, (25/10), (Jaringnews/ Dwi Djoko Sulistyo)
Suasana press conference tentang TEI 2012 dikantor Kemendag, Jakarta, Kamis, (25/10), (Jaringnews/ Dwi Djoko Sulistyo)

"Ini bukti bahwa produk Indonesia ternyata cukup berkualitas."

JAKARTA, Jaringnews.com - Hasil transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-27 2012 sebesar USD1,001 miliar berasal dari produk manufaktur. Hal ini membuktikan bahwa produk-produk ekspor Indonesia mulai terdiversifikasi dan memiliki nilai tambah.

Dari nilai transaksi USD1,001 miliar tersebut tercatat 78% berasal dari sektor produk barang dan 22% dari sektor jasa.

Sementara komposisi  produk yang diminati pembeli adalah otomotif dan komponennya sebesar 31,03%, aircraft sebesar 20,11%, electricity sebesar 18,06%, peralatan minyak dan gas 7,73%, produk kayu 5,54%, produk kimia 3,73% dan lainnya 13,89%.

Pada TEI kali juga ditandatangani beberapa nota kesepahaman untuk beberapa produk yang bernilai ekspor, seperti kapas, tekstil, batik, teknologi informasi serta jasa kontruksi.

"Ini bukti bahwa produk ekspor Indonesia mulai terdiversifikasi, tidak hanya bahan mentah tapi juga sudah merambah ke produk jadi yang bernilai tambah," kata Wakil Menteri Perdaganggan Bayu Krisnamurthi di Kementerian Perdagangan, Kamis (25/10).

Di antara produk yang banyak diminati buyers luar negeri adalah Mobil Pemadam Kebakaran dan Rumah Bambu. Bahkan, saat ini, jelas Bayu, Kemendag masih terus memproses tahap transaksi kontrak untuk pembangunan gedung parlemen di Afrika.

"Ini bukti bahwa produk Indonesia ternyata cukup berkualitas," tandas Bayu.

Nilai transaksi yang berhasil dibukukan TEI ke-27 ini mencapai USD3 miliar. Ini melebihi dari yang ditargetkan sebesar USD2 miliar.

(Ara / Ara)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini