17:12 WIB
Rabu, 16 April 2014
Minggu, 13 Mei 2012 08:19 WIB

Berikut Ini Untung-Rugi Investasi Rumah Dan Apartemen (1)

Achmad Adhito Hatanto
(Foto: Adhito/Jaringnews)
(Foto: Adhito/Jaringnews)

Harga jual rumah lebih cepat naik, tapi tak mendatangkan keuntungan sewa yang bagus.

JAKARTA, Jaringnews.com - Dalam ranah investasi properti dengan cara membeli-menyewakan-menjual, sudah lazim bahwa rumah tinggal ataupun apartemen sering menjadi peranti nan ampuh. Dua jenis properti hunian itu--kadangkala, saat dioperasikan sebagai kondominium hotel, apartemen dikelompokkan sebagai properti komersial--memang jagoan dalam membiakkan uang para investor. Kadangkala, laba yang diperoleh bisa spektakuler; jauh melebihi laba nan disuguhkan laci deposito bank, tingkat inflasi, dan lain-lain.

Bisa dikatakan bahwa berinvestasi lewat rumah ataupun apartemen, punya kelebihan ataupun kekurangan. Apa sajakah?

Baiklah, mari kini sejenak mengikuti uraian tentang hal itu.

1. Dari segi kenaikan harga jual, rumah tinggal  lebih unggul daripada apartemen--ini adalah rumus secara rata-rata/umum.

Andaikanlah bahwa seorang investor membeli rumah di satu kota mandiri nan prestis. Rumah tersebut berlokasi dengan sebuah kompleks properti komersial (pusat belanja modern, misalnya) yang kelak dibangun. Sudah begitu, rumah tersebut di cluster (blok perumahan) elit dengan konsep unggulan.

Maka, rumah itu berpotensi mengalirkan kenaikan harga jual kembali melebihi 10 persen per tahun. Ini angka konservatif: di beberapa perumahan elit di sekitar Jakarta, harga rumah seperti itu bisa naik 20 persen atau bahkan lebih dalam waktu kurang dari setahun.

Nah, potensi keuntungan di atas dua digit seperti itu, terbilang sulit direngkuh oleh apartemen. Secara rata-rata, bisa dikatakan bahwa laju kenaikan harga sebuah apartemen, di bawah 10 persen.

Tatkala apartemen itu ada di lokasi yang pasokannya sudah terlalu banyak, potensi kenaikan harga jual di bawah 10 persen, lebih terbuka lebar.

Pun, satu apartemen yang di lokasi kurang berkembang, bisa saja sulit dijual dengan harga rugi sekalipun.

Maka, jelaslah bahwa dari segi kenaikan harga jual, rumah lebih piawai daripada apartemen.

2. Dari segi penyewaan, apartemen lebih unggul ketimbang apartemen.

Bisa dikatakan bahwa hal ini merupakan kebalikan dari penjelasan nomor satu. Sebuah apartemen yang berlokasi bagus, punya konsep yang bagus, dan ada di pasar yang belum jenuh, bisa mengalirkan keuntungan sewa melebihi 10 persen per tahun.

Bila sang investor menyewakan apartemen itu dalam dua atau tiga tahun--tidak menempati sendiri, keuntungan signifikan tentu mengalir. 

Berlainan dengan itu, keuntungan sewa sebuah rumah, biasanya di bawah 10 persen. Tatkala rumah tersebut berlokasi di kawasan penopang yang belum terlalu ramai, besar kemungkinan bahwa keuntungan sewa yang bisa didapat, berpotensi kian mengecil.

Bahkan, mungkin mencari penyewa pun bukan hal yang mudah. Dalam hal ini, lebih pas bila rumah tersebut ditinggali, bukan disewakan.

Beberapa hal lain perihal untung-rugi berinvestasi rumah dan apartemen, akan dibahas di bagian kedua dari tulisan ini.

(Dari Berbagai Sumber)

(Dhi / Dhi)
Diurutkan berdasarkan:
Minggu, 12 Januari 2014 08:08 WIB
Herman

nvestasi apartemen dengan tingkat keuntungan 100% dalam 3 tahun ke depan ? kunjungi http://www.royalafatar.com Penawaran pre launching hanya rp195 juta (2BR , 27m2) Hak milik strata title tanpa jangka waktu, posisi strategis di pintu gerbang masuk ke surabaya, dekat bandara, pusat bisnis dan perkantoran dan dikelilingi 3 taman hiburan terbesar, dikelilingi Univ Petra, Univ Pelita Harapan, Unsuri, STIE mahardika. Fasilitas lengkap gym+kolam renang, danau buatan, taman, food festival, shopping centre, sekolah, tempat ibadah.

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari