11:34 WIB
Rabu, 3 September 2014
Jumat, 20 Januari 2012 17:28 WIB

Terlalu Ketat, Pengamanan Risiko Di Perbankan RI

Achmad Adhito Hatanto
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Perangkat regulasi dari Bank Indonesia kian memerketat manajemen risiko di perbankan.

JAKARTA, Jaringnews.com – Manajemen risiko yang sekarang ada di industri perbankan Indonesia berlangsung ketat. Bank me-manage risiko dengan terlalu ketat. ”Akibat hal itu, dunia perbankan di Indonesia sangat penuh oleh regulasi,” kata Direktur Pelaksana REI Consulting, Rydon Sagala, di Jakarta hari ini.

“Misalnya, di perbankan, ada komite dan komisaris yang ditunjang dengan berbagai perangkat aturan,” kata mantan eksekutif di sejumlah bank terkemuka di Indonesia ini.  “Kemudian, ada pula satuan komite audit.”

Kata Rydon, perangkat regulasi dari Bank Indonesia kian memerketat manajemen risiko di perbankan.

Dengan kondisi tersebut, kata dia, bank di Indonesia sangat digerakkan ataupun mengandalkan sistem baku. “Dan gara-gara itu, tidak ada yang berani berbuat ‘aneh-aneh’,” kelakar Rydhon.

Ucap dia lagi, sebenarnya, bila masyarakat ataupun kalangan perbankan sedari dulu lebih paham tentang pentingnya manajemen risiko, perangkat aturan yang terlalu banyak dan ketat tersebut tidak perlu ada.

Tragedi kebangkrutan sistem perbankan Indonesia di tahun 1997-an mesti menjadi sebuah pelajaran bagi Indonesia. Saat itu, karena kurang menyadari pentingnya manajemen risiko, bank tidak melakukan hedging (lindung nilai) terhadap utang valas. Sekarang ini, kata Rydhon, Bank Indonesia mewajibkan adanya hedging terhadap utang valas.

Banyaknya BMPK (batas maksimal pemberian kredit) saat itu juga menjadi cermin kurangnya kesadaran bahwa manajemen risiko merupakan sesuatu yang penting.

Bisakah dikatakan bahwa kondisi yang terlalu ketat itu menghambat ekspansi perbankan Indonesia? Jawab Rydhon, “Penerapan manajemen risiko bukan sesuatu yang menghambat. Dalam jangka panjang, itu merupakan pengamanan terhadap bank.”

(Dhi / Dhi)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari