14:23 WIB
Selasa, 16 September 2014
Selasa, 11 Juni 2013 22:01 WIB

Presiden Terus Kawal dan Evaluasi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Chandra Harimurti
Susilo Bambang Yudhoyono (Jaringnews/Dwi Sulistyo)
Susilo Bambang Yudhoyono (Jaringnews/Dwi Sulistyo)

Saat  ini sistem tengah berjalan untuk menjaga nilai tukar rupiah.

JAKARTA, Jaringnews.com - Susilo Bambang Yudhoyono terus mengawal dan mengevaluasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Sebab saat ini rupiah melamah hampir menembus Rp 10 ribu per dolar AS.

Staf Khusus Bidang Perekonomian Firmanzah mengatakan, nilai tukar rupiah melemah karena tekanan di kawasan regional dan global. Selain itu dampak menunggu kenaikkan BBM juga menambah terpuruknya rupiah. Belum lagi IHSG pun tertekan.

"Presiden menyampaikan perhatian dan terus mengikuti nilai tukar rupiah," kata Firmanzah di Kantor Presiden Jakata, Selasa (11/6).

Firmanzah menambahkan saat  ini sistem tengah berjalan untuk menjaga nilai tukar rupiah. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo juga tengah menahan agar rupian tidak menemubus Rp 10 ribu lebih seperti kemarin.

"Hari ini dicoba ditahan di Rp 9.800-an agar tidak sampai menembus Rp 10.000 seperti kemarin. Ya kita sih berharap rupiah berada dalam rentan aman, Rp 9.500 sampai Rp 9.800. Kalau terlalu naik nggak terlalu bagus untuk ekspor kita, kalau terlalu drop tidak baik untuk impor kita," jelas dia.

(Chm / Nky)

Berikan komentar anda:

Masukan kode dibawah ini
  
  • Terpopuler
  • Terkomentari